Matematika akan terasa mudah dipelajari jika kita memiliki niat dan ketekunan dalam mempelajarinya serta perasaan senang dan antusias yang selalu menyertainya.
Minggu, 12 Maret 2017
Rabu, 15 Februari 2017
Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran Matematika
Apa Manfaat Penggunaan
Media Pembelajaran Itu??
(Khususnya Pada
Matematika)
Apa
yang terpikir dalam benak kalian ketika mendengar kata media? Tentu saja saat
mendengar kata media tersebut kalian akan mengartikannya sebagai alat atau
sarana informasi dan komunikasi. Kata media ini berasal dari Bahasa Latin yaitu
“medius” yang artinya tengah, pengantar atau perantara. Jadi media adalah
segala sesuatu yang menjadi perantara untuk memberikan informasi antara
penerima informasi dan pemberi informasi. Contohnya yaitu text (PPT, buku),
audio-visual (video), visual (grafik). Menurut Gagne (1970) (dalam buku Arief
S. Sadiman, dkk: 2009) menyatakan bahwa media adalah berbagai komponen dalam
lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar, sedangkan Briggs
(1970) (dalam buku Arif S. Sadiman, dkk: 2009) berpendapat bahwa media adalah
segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk
belajar. Multimedia sendiri berarti gabungan dari beberapa media, minimal dua
media. Contohnya yaitu music, video, film, game, tutorial atau presentation.
Dalam proses pembelajaran guru
sering kali menggunakan media dalam proses pembelajarannya. Penggunaan media
pembelajaran ini berfungsi sebagai alat bantu atau sumber belajar yang efektif
bagi siswa dalam memahami materi yang sedang diajarkan secara mudah. Terlebih lagi
bagi guru matematika, karena matematika yang sangat banyak menyangkut materi
abstrak sering membutuhkan suatu media sebagai pengantar atau membangun daya
imajinasi siswa secara lebih baik dalam memahami materi tersebut. Penggunaan media
pembelajaran pada matematika sangat bermanfaat sekali karena mampu menarik
minat siswa untuk mempelajari materi yang akan dipelajari, terlebih jika
diadakan permainan yang menggunakan media yang telah tersedia sehingga selain
siswa dapat bermain, siwa juga mampu menikmati proses pembelajaran yang ada dengan perasaan
senang, serta siswa mampu pula menggunakan media yang telah tersedia tersebut. Contohnya
yaitu mempelajari penjumlahan bilangan asli menggunakan alat peraga sempoa, menampilkan
video materi pemebelajaran matematika di kelas, menggunakan PPT untuk presentasi
materi sehingga siswa tidak jenuh hanya belajar dengan melihat buku saja, dsb.
Gambar alat peraga
sempoa.
Fungsi dari
adanya penggunaan media pembelajaran itu sendiri ada 5 (dalam buku Munadi,
Yudhi: 2010) yaitu:
1. Fungsi
media pembelajaran sebagai sumber belajar, artinya segala macam sumber belajar
yang ada di luar diri seseorang (siswa) dan memungkinkan (memudahkan)
terjadinya proses belajar.
2. Fungsi
semantik, artinya kemampuan media dalam menambahkan perbendaharaan kata (simbol
verbal) yang makna atau maksudnya benar-benar dipahami siswa (tidak
verbalistik).
3. Fungsi
Manipulatif, artinya kemampuan media pembelajaran dalam mengatasi batas-batas ruang
dan waktu; kemampuan media pembelajaran dalam mengatasi keterbatasan inderawi
manusia.
4. Fungsi
psikologis, terdiri dari 5 unsur yaitu:
a. Fungsi
atensi, artinya media pembelajaran dapat meningkatkan perhatian (attention) siswa terhadap materi ajar.
b. Fungsi
afektif, artinya media pembelajaran mampu menggugah perasaan, emosi dan tingkat
penerimaan atau penolakan siswa terhadap sesuatu.
c. Fungsi
kognitif, artinya semakin banyak siswa dihadapkan pada objek-objek akan semakin
banyak pula pikiran dan gagasan yang dimilikinya, atau semakin kaya dan luas
alam pikiran kognitifnya.
d. Fungsi
imajinatif, artinya media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengembangkan
imajinasi siswa.
e. Fungsi
motivasi, artinya media pembelajaran mendorong siswa untuk terdorong melakukan
kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
5. Fungsi
Sosio-Kultural, artinya media pembelajaran memiliki kemampuan dalam memberikan
rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang
sama.
Penggunaan media
pembelajaran yang tepat sasaran dapat mebuat siswa aktif di kelas. Media pembalajaran
matematika yang digunakan oleh guru dapat berguna untuk menimbulkan minat
belajar siswa, siswa dapat berinteraksi secara langsung atau mengenal secara
langsung matematika yang ada disekitar mereka dalam kehidupan sehari-hari,
siswa juga dapat belajar secara mandiri mengenai materi tertentu dengan media
pembelajaran yang telah disediakan oleh guru sebelumnya. Dalam penggunaan media pembelajaran yang ada,
guru harus memilih media mana yang sekiranya cocok untuk materi yang akan
diajarkan dan nantinya akan menarik minat dan rasa ingin tahu siswa. Dasar pemilihan
media untuk pembelajaran (dalam buku Munadi, Yudhi: 2010) harus memperhatikan
kriteria-kriteria berikut yaitu karakteristik siswa, tujuan pembelajaran, bahan
ajar, karakteristik medianya itu sendiri, dan sifat pemanfaatan media, sehingga
penggunaan media pembelajaran yang ada akan tepat sasaran dan mampu membantu
siswa dalam proses belajarnya.
Sumber:
Arief S. Sadiman, dkk. 2009. Media
Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali
Pers.
Munadi, Yudhi. 2010. Media
Pembelajaran; Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada Pers.
Langganan:
Postingan (Atom)
